#Topik

Dugaan Pelecehan Seksual di Unismuh Bulukumba, Ketua Kohati STKIP Desak Pelaku di Hukum

Konotasi.co.id -

Konotasi–Ketua Kohati Komisariat STKIP, Wahdania angkat bicara terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu oknum dosen Universitas Muhammadiyah Bulukumba.

Pernyataan ini disampaikan menyusul mencuatnya kasus tersebut yang dinilai telah merusak citra dunia pendidikan dan melanggar hak-hak perempuan.

“Kasus ini sangat memprihatinkan dan tidak dapat dibiarkan. Tindakan pelecehan seksual merupakan kejahatan serius yang melanggar martabat dan hak-hak perempuan. Kami, Kohati Komisariat STKIP, mendesak pihak universitas untuk segera melakukan investigasi yang transparan dan objektif, menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku, dan memberikan perlindungan serta pendampingan yang komprehensif bagi korban. Kami juga menyerukan kepada seluruh pihak untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual,” jelas dia kepada media, Senin (2/6)

Kohati Komisariat STKIP mengecam keras tindakan tersebut dan menyatakan keprihatinan mendalam atas dampak yang ditimbulkan bagi korban dan dunia pendidikan.

Mereka menekankan pentingnya penegakan hukum dan perlindungan bagi korban kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Ketua Kohati Komisariat STKIP juga menambahkan bahwa kasus ini menjadi pengingat pentingnya pencegahan dan edukasi terkait kekerasan seksual di perguruan tinggi.

“Kami berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesetaraan gender dan memberikan dukungan bagi korban kekerasan seksual,” katanya.

Pihak Universitas Muhammadiyah Bulukumba hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus tersebut.

Namun, dia berharap pihak universitas akan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan kasus ini secara transparan dan adil.

Kohati STKIP juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan seksual.

“Agar mahasiswa dan mahasiswi yang menjadi korban kekerasan seksual berani melapor dan mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” tegasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *