#Topik

Daftar Berbagai Barang Yang Terkena Kenaikan Pajak Tahun Ini

Konotasi.co.id -

Konotasi–Pemerintah Negara Republik Indonesia memutuskan kenaikan PPN dari 11% menjadi 12% di sampaikan prabowo pada konferensi pers di Jakarta, kementerian keuangan RI (31/12/2024).

Prabowo Menegaskan Kenaikan PPN ini diperuntukkan hanya untuk barang dan jasa yang tergolong sebelumnya sudah mewah.

“Contoh, pesawat jet pribadi itu tergolong barang mewah yang dimanfaatkan ataupun digunakan oleh masyarakat papan atas. Kemudian kapal pesiar yacht, ya motor yacht. Kemudian rumah yang sangat mewah, yang nilainya di atas golongan menengah,” kata Presiden dalam konferensi persnya.

Sementara untuk barang dan jasa yang dibutuhkan, masyarakat seperti bahan pokok yang semula tarif PPN 0% diantaranya merupakan kebutuhan pokok, seperti sayuran, daging, ikan dan susu segar itu masih diberikan pembebasan PPN 0%

“Untuk barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat, banyak yang tetap diberi pembebasan PPn yaitu tarif 0 persen, antara lain kebutuhan pokok beras, daging, ikan, telur sayur, susu segar, jasa pendidikan, jasa kesehatan, jasa angkutan umum, rumah sederhana, air minum,” tambahnya.

Dalam konferensi Pers tersebut, Presiden menyampaikan alasan Pemerintah memutuskan untuk menaikkan PPN menjadi 12% diantaranya merupakan perintah undang-undang, yang katanya sudah dilakukan secara bertahap.

“Jadi saudara- saudara sekalian kenaikan tarif pajak pertumbuhan nilai (PPN) menjadi 12% ini merupakan amanah dan perintah undang-undang No 7 tahun 2021 tentang harmonisasi Peraturan Perpajakan” tegas prabowo di konferensi Kementrian Keuangan.

Presiden juga menyampaikan kalau sebelumnya pada tahun 2022 bulan april kenaikan PPN memang sudah dilaksanakan, yakni dari 10% menjadi 11%. Kenaikan secara bertahap ini dilakukan agar tidak memberi dampak yang signifikan terhadap daya beli dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Kenaikan secara bertahap ini dimaksud agar tidak memberi dampak yang signifikan terhadap daya beli masyarakat, terhadap inflasi, dan terhadap pertumbuhan ekonomi,” jelas mantan Jendral tersebut.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menekankan kalau alasan dibalik kenaikan PPN ini dirancang untuk mengutamakan kepentingan rakyat, dan menciptakan pemerataan ekonomi secara menyeluruh. Komitmen prabowo juga disampaikan bahwa paket stimulus yang diperuntukkan untuk masyarakat indonesia.

“Bantuan beras untuk 16 juta penerima bantuan pangan 10 kilogram per bulan, diskon 50 persen untuk pelanggan listrik dengan daya maksimal 2.200 volt, pembiayaan industri padat karya, insentif PPh pasal 21 bagi pekerja dengan gaji sampai dengan rupiah 10 juta perbulan, kemudian bebas PPh bagi UMKM beromset kurang dari 500 juta per tahun, dan lain sebagainya. Paket stimulus ini nilainya semua adalah 38,6 T (triliun),” tambahnya.

Penulis : A.M. Said

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *