Membaca ‘A Time To Kill’ Karya John Grisham, Kisah Pengacara dan Kegilaan

Penulis: M. Shoalihin, S.H.
(Alumni Fakultas Hukum UIN Alauddin Makassar & Advokat Magang di Pusat Bantuan Hukum Peradi Makassar)
Resensi Buku–Saya menemukan buku ini pada awal tahun 2025, dikirim oleh seorang Advokat senior yang amat saya kagumi melalui grup whats app bantuan hukum. Ia adalah seseorang yang juga berpengaruh membangun sudut pandang saya dalam menjelajahi serunya aktivitas pendampingan hukum kepada orang-orang biasa.
Suatu hari, saya menceritakan potongan-potongan menyenangkan dalam buku A Time To Kill saat kami duduk di kursi panjang dalam ruang sidang sembari menunggu waktu sidang, dari situ ia menerangkan bahwa novel a time to kill adalah bagian dari sistem pengajaran yang diwajibkan kepada mereka saat berkuliah di UII Yogyakarta, dalam sebuah kelas yang diampu oleh Hakim ternama Indonesia, Artidjo Alkostar. Kalimat itu semakin membakar saya untuk melahap setiap halamannya.
Saya membaca buku ini dalam format PDF melalui layar gawai, dan berhasil menyelesaikan 500-an halaman dalam beberapa bulan yang panjang di tengah kesibukan menjadi advokat magang. Saat membaca judulnya, “A Time to Kill”, buku ini tampak lebih mencolok dibanding beberapa judul lain karya Grisham, seperti The Guardians, The Reckoning, The Rooster Bar, Camino Island dan beberapa judul lainnya. The Guardians sedang saya baca 2 hari sebelum saya menulis ini.
Tidak mudah menemukan novel hukum dalam peredaran buku di Makassar, setidaknya sejak saya duduk di bangku kuliah 2018 silam, hingga beberapa tahun kemudian saya akhirnya menemukan apa yang saya cari setelah tamat dari fakultas hukum. Bagi saya, buku-buku hukum terlalu identik dengan sistematika formal yang kaku dan membosankan, dalam tampilan maupun isinya, apatalagi yang spesifik membahas hitam dan putih seperti undang-undang.
Buku ini menjadi bahan bacaan yang mengandung banyak isi penting. Dengan mudah kita akan memahami bagaimana spirit dan cara memenangkan perkara dengan penuh cinta, bahkan menyerahkan hidup untuk pekerjaan menyenangkan itu. Selain itu, akan banyak pengetahuan yang dengan muda dipahami dalam buku itu, bagaimana peradilan Amerika, bagaimana psikologi massa terhadap suatu perkara, bagaimana mengorganisir, bagaimana memanajemen firma hukum, bagaimana hukum pidana dan bagaimana lainnya yang bisa didapatkan saat membacanya.
Dari novel tersebut juga dapat dilihat bahwa hukum Amerika sungguh berbeda dari Indonesia. Komposisi dalam memvonis terdakwa dilakukan oleh 12 orang juri, bukan hakim. Di sana juga hukuman penjara bisa saja hingga puluhan tahun, sedangkan di Indonesia sendiri hukuman penjara hanya sampai pada 20 tahun, kecuali hukuman seumur hidup dengan perbuatan tertentu yang disertai pemberatan-pemberatan.
Selain itu, saat berada di dalam acara persidangan dalam hukum acara di Amerika, Pengacara dan Jaksa akan tampil sebagai dua kutub yang saling berlawanan dalam pemeriksaan silang, mereka bisa berdiri seperti berorasi di dalam ruang sidang dan meninggalkan meja mereka, meja mereka sejajar menghadap meja hakim yang juga bersampingan sedikit serong dengan meja saksi. Sedangkan meja juri berada di sebelah kiri dengan barisan orang yang akan memutuskan seseorang bersalah atau tidak, di hadapan meja juri itulah pengacara dan jaksa bergantian berdiri meyakinkan juri untuk memutus.
Nyatanya, susah menebak apa persisnya isi buku A Time to Kill karya John Grisham jika hanya dengan membaca judulnya semata. Namun semakin terang dan menarik saat saya mendorong sedikit demi sedikit layar gawai dan bertemu halaman pengantar yang apik. Halaman yang membuat saya pada akhirnya memutuskan untuk mengikuti cerita buku ini hingga tamat.
Dalam bagian akhir permulaan buku itu, sang penulis, John Grisham, menjelaskan siapa tokoh utamanya sembari dengan kalimat yang ringan menyandingkan dirinya dengan tokoh utama yang sama-sama adalah pengacara. Ia menyebut dirinya dengan Jake (sapaan akrab tokoh utama) adalah pengacara jalanan, yang tidak mewakili bank, perusahaan asuransi, atau perusaan besar, ia hanya mewakili perorangan. Ia menjelaskan siapa Jake Brigance (tokoh utama) yang seperti mewakili bagaimana dirinya, tidak heran, si tokoh utama tampil seperti tokoh yang hidup.
Pada musim semi pertengahan tahun 1984, tiga tahun setelah John Grisham meninggalkan law school, ia menjadi pengacara dan banyak menghabiskan waktu di ruang sidang untuk menyaksikan banyak pertunjukan mahal dalam sidang terbuka yang ia sebut tidak bisa ditonton di televisi karena begitu jujur. Melampaui kejujuran orang-orang saat berada di rumah mereka, karena mereka mengatakan banyak hal yang tidak mereka katakan di rumah. Memang, Grisham sangat suka dengan aktivitas itu sebelum akhirnya memilih menghabiskan waktunya untuk menyusun novel-novel terlaris di Amerika.
…
Mula-mulanya buku itu menceritakan bagaimana dua orang muda berumur seperempat abad yang sedang mabuk mabukan di pinggir sebuah danau di kota Clanton, sebuah negara bagian di Amerika, salah satu dari keduanya adalah mantan terpidana yang dipenjara karena mengedarkan obat bius. Mereka berdua menghabiskan puluhan bir kaleng sampai mabuk. Hingga mereka tidak sengaja mendapati seorang gadis kecil berkulit hitam yang masih belia lewat di hadapan mereka.
Sontak mereka menyekap anak itu, lalu mengikat kaki dan tangannya berjam-jam, menyiksa dan memperkosa anak itu dengan keji. Saat melakukannya dengan kondisi mabuk berat, mereka hampir ketahuan, hal yang membuat mereka melemparkan anak kecil itu ke atas mobil pickup hingga pingsan, mereka mengira anak itu telah mati dan berniat membunuhnya. Mereka membawa anak itu pergi dengan tergesa-gesa karena panik, mereka kehilangan kemampuan untuk mengambil keputusan dan pada akhirnya membuang anak itu ke sebuah sungai.
Kisah apik buku ini berangkat dari sana, dari dua orang bajingan yang pada akhirnya dihadapkan pada pengadilan negara bagian Clanton karena perbuatan mereka. Gadis yang mereka perkosa itu bernama Tonya, ayahnya bernama Carl Lee Hailey, seorang lelaki kulit hitam mantan veteran Amerika yang pernah dikirim ke Vietnam untuk berperang. Ia adalah petarung hebat, bahkan pernah menyelamatkan nyawa temannya dari kerasnya perang Vietnam hingga mereka kembali ke Amerika.
Tetapi di hadapan kemarahan dan keguncangan jiwa saat gadis kecilnya diperkosa dengan keji ia tidak berdaya, tidak tahu harus bagaimana. Dari sana kisahnya ia mulai, hingga bertemu Jake Brigance, pengacara jalanan yang mengurusi banyak masalah orang-orang kecil di Clanton, kebanyakan dari kliennya harus ia debati untuk bersepakat harga jasa, termasuk Carl Lee Hailey dan adiknya yang juga pernah didampingi Jake.
Jake mengerti bagaimana pikiran orang-orang miskin saat berhadapan dengannya dalam keputusasaan atas pelanggaran hukum yang didakwakan pada mereka. Ia juga mengerti, selain uang, ada hal lain yang ia perjuangkan, ia sungguh tak ingin kliennya terjebak dalam jeruji besi atau kamar gas karena kemiskinan mereka yang tak mampu membayar pengacara pembela untuk mengungkapkan kebenaran.
Jake Brigance adalah seorang pengacara yang membuka prakteknya sendiri, ia mewarisi kantor milik seorang pengacara senior lainnya yang cukup terkenal, Lucien Willbanks, namun izin beracara Lucien telah dicabut karena satu dan lain hal. Ia menyerahkan banyak hal penting kepada Jake, termasuk kantor dan semangat untuk memenangkan banyak kasus. Mereka pada akhirnya sering bersama, untuk mendiskusikan setiap detail strategi dalam berperkara.
Namun Lucien dan Jake adalah dua karakter yang sungguh berbeda, jika Lucien yang licik bisa memenangkan perkara dengan cara apapun, membayar juri atau melakukan segala cara kotor agar tampak hebat. Jake berbeda, ia adalah pengacara kompeten dang konsisten, ia adalah yang terbaik yang mewakili klien-klien miskinnya. Bahkan kemampuannya melampaui para pengacara yang digaji besar pada biro hukum Sullivan yang mewakili perusahaan atau atau petani-petani kaya di Clanton. Ia semakin menggemparkan seluruh negeri setelah menjadi pengacara Carl Lee Hailey dan ia dikejar kejar wartawan.
Suatu ketika dalam persidangan yang keras dengan terdakwanya yang hendak disikat habis-habisan oleh Jaksa pengacara negara, Jake mengalami guncangan perut yang luar biasa. Gejala yang oleh Lucien disebut sebagai wajar bagi setiap pengacara di hadapan ketakutan. Dalam waktu-waktu penting saat mengawal perkara, lucien menasehati Jake tentang ketakutan. Lucien bilang bahwa ketakutan adalah wajar, pengacara, jaksa, hakim, terdakwa, dan juri pun ketakutan. Maka bersahabatlah dengan ketakutan, kata Lucien. Jangan biarkan ketakutan menggerogoti dan jadilah diri sendiri di dalam ruang sidang. Sebab juri tidak akan mengikuti pengacara yang paling rapi pakaiannya, yang lucu atau berkomedi, yang tegang atau yang pandai bersedih, begitu juga dengan yang berdoa sekencang apapun. Para juri akan mengikuti pengacara yang mengungkapkan kebenaran, kata Lucien.
Nasehat itu terbukti telah membakar Jake, ia yang sejak awal adalah orang yang konsisten dalam mengawal perkaranya, bahkan rela mengorbankan banyak hal dari dirinya untuk apa yang ia percaya. Memang mental inilah yang Jake tunjukkan pada kliennya (juga John Grisham tunjukkan pada pembacanya) sebab jika pengacara tampil bahkan lebih takut dari kliennya, lantas harapan apalagi yang akan memenangkan pikiran kliennya.
Saat anda ingin membaca lebih jauh novelnya, lewatilah beberapa paragraf ini hingga paragraf terakhir yang telah saya beri tanda garis (-). Namun jika tidak ingin membaca bukunya, lanjut bacalah paragraf hingga akhir.
Carl Lee Hailey yang juga tokoh penting dalam novel ini adalah klien dari Jake. Setelah peristiwa keji yang menimpa anaknya, ia kehilangan kendali dan merencanakan sesuatu yang gila. Rencana itu yang pada akhirnya membuat ia harus menggantungkan hidup dari mulut dan kemampuan berpikir dari otak si Jake, pengacaranya.
Suatu hari ia tidak lagi mengharapakan apapun, ditemani adiknya, ia menemui sahabatnya yang pernah ia selamatkan dalam perang Vietnam. Sahabatnya sekarang telah menjadi mafia kaya yang mengendalikan bisnis besar, tentu Hailey disambut dengan baik, termasuk segala permintaannya dituruti. Hailey meminta sepucuk M-16, senjata mahal yang cukup ideal untuk menghancurkan musuh.
Setelah mendapatkannya, Hailey menyiapkan rencana untuk melakukan A Time To Kill kepada dua bajingan itu, ia tidak berdaya jika mengingat anaknya yang harus hidup dan tumbuh dari trauma, juga yang tak kalah menyakitkan ia harus melihat dan berharap anaknya bisa diselamatkan lewat selang-selang dan mesin rumah sakit untuk sembuh.
Hailey datang ke pengadilan pada malam sebelum hari persidangan dua bajingan yang memperkosa putrinya, dengan sabar ia menunggu waktu yang tepat. Hingga pagi dan waktunya telah tiba, dua bajingan itu dibawa ke ruang sidang untuk dilakukan pemeriksaan permulaan tentang identitas mereka, sidang selesai dan mereka kembali digiring turun dari ruang sidang yang berada di lantai dua. Carl Lee Hailey menunggu di sebuah ruangan dekat tangga turun.
Detik demi detik, dua bajingan yang ditunggu akhirnya turun, dan tepatlah waktunya, Hailey membuka pintu dan membabi buta pada mereka dengan peluru yang meletus letus terdengar hingga ruang persidangan. Dua bajingan sialan itu roboh oleh ayah gadis yang mereka perkosa. Selepas itu Hailey kabur ke rumahnya dan menemui putrinya, polisi menangkapnya di sana. Karena dalam hukum positiv yang berpatokan pada apa yang tertulis hitam dan putih, delik atau perbuatan telah ada, dan Hailey haruslah diproses.
Dari sanalah Jake mulai diangkat sebagai kuasa Carl Lee Hailey, si pembunuh kulit hitam yang menggemparkan Amerika, wajah dan kasusnya muncul 24 jam di semua stasiun televisi. Ancaman kamar gas di depan mata, orang-orang kulit putih yang melihat detail kasusnya dari televisi telah menghukumnya sejak dari dalam pikiran mereka.
Jake gusar, ia menjadi pengacara dengan bayaran murah, tetapi di sisi lain televisi akan menampilkan wajahnya, hal yang menjadi primadona setiap pengacara di manapun mereka berada. Namun ia harus juga memikirkan kantornya, anak istrinya, dan banyak hal lain yang harus menggunakan uang. Tetapi ia telah kokoh dan siap bertarung habis-habisan. Ia berharap, dari kasus ini klien akan mengantri untuk mendapatkan pelayanan hukumnya.
Persidangan Hailey semakin dekat, Jaksa juga melihat peluang untuk tampil memukau di setiap wawancara pada wartawan, ia mengutuki penghakiman di luar pengadilan, apapun alasannya. Hal yang juga mencerminkan bagaimana ia akan menuntut klien Jake di dalam persidangan yang sengit.
Di luar dan di dalam sidang, Jake menampilkan kelasnya, di dalam persidangan kliennya diserang dengan saksi-saksi lapangan dan saksi ahli seorang psikiater yang menakutkan. Di luar persidangan ia berhadapan dengan ekstrimis kulit putih yang memakai jubah yang mengancam, pernah melalukan percobaan pengeboman, menculik asistennya, dan yang paling ngeri membakar rumahnya tanpa sisa. Tetapi Jake tetaplah Jake, kokoh.
Hingga pada sidang kesaksian yang juga amat menentukan arah keputusan juri, Jake menghadirkan saksi ahli yang merupakan psikiater, dokter Bass, ia yang paling penting membolak balik pikiran para juri yang otaknya telah penuh dengan vonis sebelum waktunya. Dokter Bass menyatakan Carl Lee Hailey membunuh karena gila atau dalam kondisi kegilaan, hal yang sangat dikonfrontasi oleh Jaksa.
Jaksa pun demikian, ia menghadirkan seorang Psikiater untuk membantah hasil putusan kesehatan dari dokter Bass. Pertarungan semakin sengit, para juri diambang keyakinan penuh untuk memvonis Hailey, Jake pun hampir putus asa. Tetapi Jake dan asistennya tidak kehabisan akal, mereka adalah tim pembela terbaik di Clanton, riset mereka lengkap tentang data setiap perkara yang menghadirkan psikiater negara yang dihadirkan jaksa. Jake dalam pemeriksaan silangnya tidak melewatkan sedikitpun kesempatan untuk bertanya dan menggali. Hingga ia menemukan bahwa setiap putusan yang dikeluarkan psikiater itu selalu salah dengan data dan pertanyaan proposisi yang juga mengunci keyakinan para juri. Jake diambang kemenangan.
Di akhir sidang menuju putusan, puluhan ribu orang kulit hitam dari seluruh negeri berkumpul dan berteriak, bebaskan Car Lee Hayley! Para juri pun gusar, awalnya 80 persen juri bahkan sebagian besar warga yang menonton pembunuhan itu sejak disiarkan televisi telah memvonis dalam pikiran mereka bahwa Hailey bersalah dan harus dikirim ke kamar gas untuk membalas perbuatannya. Namun dalam fakta persidangan mereka menemukan kenyataan lain yang disajikan oleh Pengacara Jake dan tim kecilnya.
Hingga setengah dari mereka ingin memutus bersalah, setengah lainnya ingin memutus tidak bersalah. Lalu pada akhirnya mereka dengan hati yang jujur berbicara dalam rapat juri, dan menyimpulkan untuk meninggalkan rasisme itu, menanggalkan setiap stigma penghakiman kepada setiap kulit hitam, melihat mereka yang kulit hitam seperti kulit putih lainnya.
Dan tok, Carl Lee Hailey dinyatakan membunuh karena kegilaan dan dibebaskan. Hal yang sejatinya tidak bisa ditimpakan pertanggungjawaban pidana. Putusan yang berdasar, bahwa setiap perbuatan pidana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan karena kegilaan dari pelakunya.
——————-
Buku ini cocok bagi banyak kalangan, baik mereka yang sedang menempuh pendidikan di fakultas hukum, para pengacara yang sedang berpraktik hukum, para akademisi yang meneliti dan mengembangkan ilmu pengetahuan maupun para ahli atau siapapun yang tertarik menyelami isinya. Memang perlu kesabaran untuk menamatkan buku ini dan melewati setiap bab demi bab, mengingat 500 halaman lebih adalah cukup panjang, tetapi sekali lagi anda tidak akan menemukan buku hukum yang semewah ini. Dalam buku ini anda bisa melihat setiap aspek penting praktik dan penerapan hukum dalam kenyataan.
Jadi pergilah sekarang juga. Membacalah!
Judul: A Time To Kill
Penulis: John Grisham ©1989
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama (2015)
Alih Bahasa: Hidayat Saleh
Halaman: PDF 547



















































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































