#Topik

Mengenal Tradisi Unik Mappatoppo Jamaah Makassar Usai Laksanakan Haji

Konotasi.co.id -

Konotasi–Jemaah asal embarkasi Makassar menggelar tradisi khas Sulawesi Selatan yang dikenal Mappatoppo atau ‘wisuda’ haji yang usai dilaksanakan menjalani puncak ibadah  haji di Arafah dan di Mina.

Di kalangan masyarakat Sulsel, Mappatoppo merupakan ungkapan kebahagiaan dan rasa syukur, sekaligus pengesahan simbolik terhadap gelar haji yang telah diraih.

Prosesi ini juga menjadi wadah mempererat kebersamaan jemaah serta ekspresi suka cita selesai menyelesaikan salah satu rukun Islam yang paling agung.

“Tradisi ini bukan sekedar seremonial. Ini adalah ucapan syukur dan wujud kekhusyukan atas nikmat Allah yang telah memperkenankan kita menyelesaikan rangkaian haji dengan selamat,” kata Pembimbing Ibadah Kloter 6 UPG, Musriadi dikutip laman Kemenag Sulsel, dikutip Selasa (10/6).

Ritual Mappatoppo diadakan di dalam tenda jemaah dan dilaksanakan usai para jemaah asal Sulsel setelah melontar jumrah aqabah di Mina.

Jemaah mengenakan pakaian rapi, sebagian mengenakan baju putih, dan satu per satu “diwisuda” dengan disematkan jilbab atau sorban di kepala, sebagai simbol penghormatan atas gelar “Haji” yang telah sah disandang.

“Mappatoppo ini menjadi simbol bahwa perjuangan spiritual mereka telah mencapai puncaknya,” ujarnya.

Tradisi tersebut berlangsung dengan diiringi shalawat dan doa bersama seluruh jemaah haji asal Sulsel tersebut. Tradisi ini mencerminkan kearifan lokal yang terus dilestarikan oleh masyarakat Bugis-Makassar, meski jauh dari kampung halamannya.

“Kami sebagai Ketua Kloter merasa bangga melihat semangat dan kekompakan jemaah,” tuturnya.

Para jemaah haji asal Sulsel, kata Musriadi terus menjaga keberlangsungan tradisi Mappatoppo ini, sehingga diharapkan semakin memperkokoh soliditas antar jemaah dan membawa pulang semangat haji yang penuh berkah, tidak hanya dalam bentuk gelar, tetapi juga dalam perilaku dan keteladanan sebagai insan yang telah menunaikan ibadah haji.

“Semoga menjadi haji yang mabrur,” imbuhnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *