Menkop Dorong Satu Data Indonesia sebagai Kunci Percepatan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Konotasi–Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Ferry Juliantono menegaskan pemanfaatan kebijakan Satu Data Indonesia menjadi faktor kunci dalam mempercepat pembangunan dan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di seluruh Indonesia.
Menurut Ferry, integrasi dan sinkronisasi data lintas kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar pembangunan koperasi berjalan tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan.
“Dengan Satu Data Indonesia, kita dapat memastikan bahwa pendirian dan pengembangan Kopdes Merah Putih berbasis kebutuhan riil masyarakat desa dan kelurahan, bukan sekadar program administratif.” kata Ferry dalam keterangannya di Jakarta.
Ia menjelaskan, selama ini salah satu kendala utama pengembangan koperasi adalah data yang terfragmentasi, mulai dari data kependudukan, potensi ekonomi lokal, pelaku usaha, hingga infrastruktur pendukung. Melalui Satu Data Indonesia, seluruh informasi tersebut dapat diintegrasikan sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan.
Ferry menambahkan, Kopdes Merah Putih dirancang sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, memperpendek rantai distribusi, serta mendukung ketahanan pangan nasional. Karena itu, pembangunan koperasi harus didukung data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Data yang valid akan membantu koperasi menentukan jenis usaha, kebutuhan modal, skema pembiayaan, hingga pola kemitraan yang sesuai dengan karakteristik wilayah.” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyebut Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih menargetkan pembentukan sekitar 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia. Target ambisius tersebut, menurut Ferry, hanya dapat dicapai apabila perencanaan dilakukan secara terintegrasi dan berbasis data.
Kementerian Koperasi dan UKM, kata dia, terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Badan Pusat Statistik (BPS), serta pemerintah daerah untuk memastikan implementasi Satu Data Indonesia berjalan optimal dalam pengembangan Kopdes Merah Putih.
“Harapannya, Kopdes Merah Putih benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.” pungkas Ferry.































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































