Mentan Tekankan Pendataan Bantuan Alsintan Agar Digunakan Secara Optimal

Konotasi–Andi Amran Sulaiman meminta seluruh bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang telah disalurkan kepada kelompok tani di berbagai daerah untuk diinventarisasi secara menyeluruh. Langkah ini bertujuan memastikan setiap bantuan benar-benar dimanfaatkan secara optimal guna meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani nasional.
Menteri Pertanian menegaskan pentingnya pendataan ulang terhadap seluruh alsintan, mulai dari traktor, combine harvester, hingga peralatan pendukung lainnya. Seluruh perkembangan pemanfaatan alat tersebut diwajibkan dilaporkan melalui sistem koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian di tingkat provinsi. Pendataan meliputi kondisi alat, lokasi penggunaan, serta kontribusinya terhadap peningkatan produksi di wilayah setempat.
Amran, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi alsintan yang tidak produktif atau disalahgunakan. Jika ditemukan alat yang tidak dimanfaatkan secara optimal, pemerintah akan melakukan evaluasi dan menata ulang distribusi dengan mengalihkan bantuan ke daerah yang lebih membutuhkan. Ia juga menekankan bahwa praktik penjualan ilegal bantuan akan diproses secara hukum bekerja sama dengan aparat penegak hukum.
Terkait mekanisme pemanfaatan, pemerintah mengedepankan prinsip keberpihakan kepada petani tanpa mematikan pelaku usaha lokal. Tarif sewa alsintan bantuan pemerintah akan ditetapkan di bawah harga pasar, namun tidak digratiskan, agar tercipta keseimbangan dan keberlanjutan usaha. Pendekatan ini disebut sebagai upaya mencari titik tengah antara kepentingan petani dan pelaku usaha.
Meski tidak merinci capaian penyaluran bantuan dalam beberapa tahun terakhir, Mentan memastikan seluruh bantuan akan didata ulang agar tepat sasaran dan efektif mendukung swasembada pangan nasional. Sebelumnya, ia menyampaikan bahwa alokasi bantuan alsintan pada tahun 2025 mencapai Rp10 triliun untuk pengadaan traktor roda empat, traktor roda dua, combine harvester, rice transplanter, serta pompa air guna meningkatkan produktivitas pertanian nasional.





























































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































