#Topik

Pemilma Jurusan Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar Diwarnai ‘Cawe-cawe’ Birokrasi

Konotasi.co.id -

Konotasi–Proses pemilihan pengurus lembaga kemahasiswaan di Jurusan Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar tengah menjadi perhatian setelah muncul dugaan adanya intervensi dari pihak birokrasi jurusan.

Sejumlah mahasiswa menyampaikan kekhawatiran bahwa campur tangan tersebut dapat memengaruhi independensi dan objektivitas proses demokrasi di tingkat jurusan.

Kecemasan mahasiswa berawal dari laporan mengenai komunikasi informal antara beberapa pejabat struktural dengan kandidat yang terindikasi mendapat keberpihakan dari pihak birokrasi.

Sejumlah mahasiswa menilai bahwa pola komunikasi tersebut berpotensi menimbulkan tekanan tidak langsung, baik dalam penentuan calon maupun arah dukungan di lapangan.

“Pemilihan lembaga kemahasiswaan adalah ruang penting bagi mahasiswa untuk belajar berdemokrasi. Ketika ada intervensi, meskipun tidak secara eksplisit tetapi itu bisa mengganggu dinamika yang seharusnya murni dijalankan oleh mahasiswa,” ujar salah satu mahasiswa Ilmu Politik yang enggan disebutkan namanya, Rabu (3/12/2025).

Panitia pemilihan sendiri mengakui menerima masukan dari pihak birokrasi, tetapi menegaskan bahwa proses pemilihan tetap berada di bawah kendali penuh mahasiswa.

Mereka berkomitmen menjaga transparansi dan profesionalisme demi menjaga kepercayaan peserta pemilihan.

Sementara itu, pihak birokrasi jurusan ketika dimintai tanggapan menyatakan bahwa mereka hanya melakukan fungsi pembinaan sebagaimana regulasi kampus.

Mereka membantah memberikan tekanan atau arahan tertentu terkait kandidat, dan menegaskan bahwa mahasiswa tetap menjadi aktor utama dalam proses pemilihan lembaga kemahasiswaan.

Meski demikian, sejumlah mahasiswa tetap meminta adanya evaluasi internal dan evaluasi terhadap keterlibatan pihak birokrasi dalam pemilihan di lembaga kemahasiswaan serta penyusunan pedoman pemilihan yang lebih tegas untuk mencegah potensi intervensi di masa mendatang.

Mereka berharap proses pemilihan dapat berlangsung lebih transparan, partisipatif, dan sesuai prinsip demokrasi yang menjadi dasar kajian di Mahasiswa Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar.

Hingga kini, diskusi antara mahasiswa, panitia, dan pihak jurusan masih berlangsung untuk mencari solusi yang dianggap paling adil dan membangun bagi seluruh pihak.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *