Prabowo Targetkan Pemulihan Listrik di Wilayah Bencana Rampung dalam Sepekan

Konotasi–Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan harapannya agar pasokan listrik di wilayah yang terdampak bencana dapat kembali normal dalam kurun waktu sekitar satu minggu, meskipun proses pemulihan dihadapkan pada berbagai kendala teknis dan alam.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat berada di Pangkalan Udara Soewondo, Medan, Sumatera Utara, Sabtu.
“Insya Allah kita harapkan, mungkin sekitar satu minggu listrik bisa pulih, mudah-mudahan.” ujar Presiden Prabowo.
Kepala Negara menjelaskan bahwa pemulihan jaringan listrik tidak dapat dilakukan secara cepat karena kondisi infrastruktur yang rusak berat serta faktor alam yang masih menghambat proses perbaikan. Beberapa wilayah masih terendam banjir, sehingga pemasangan kabel dan perbaikan jaringan menjadi sulit dilakukan.
“Masalah listrik tidak bisa secepat yang kita harapkan. Kondisi fisik dan alam masih harus kita atasi. Menara-menara itu sangat berat, dan di beberapa tempat masih tergenang banjir sehingga kabel tidak bisa dipasang.” jelasnya.
Presiden menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja secara maksimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk memulihkan aliran listrik secara bertahap. Namun demikian, masyarakat diminta memahami bahwa proses tersebut memerlukan waktu dan tidak bisa diselesaikan secara instan.
“Jangan berharap semuanya bisa selesai sekejap. Saya sudah sampaikan berkali-kali, saya tidak punya tongkat Nabi Musa, tapi semua pihak bekerja keras.” tegas Prabowo.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penyelesaian Tower Emergency Brandan–Langsa yang menghubungkan Banda Aceh dengan sistem kelistrikan utama Sumatera pada Minggu, 14 Desember 2025.
Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Rudy Sufahriadi menyatakan bahwa jika tower tersebut berhasil difungsikan, maka Banda Aceh akan kembali terhubung dengan jaringan backbone kelistrikan Sumatera.
“Target energize pada Minggu, 14 Desember.” ujar Prabowo
Hingga 11 Desember 2025, progres pemulihan kelistrikan tercatat mencapai 36 persen di Aceh, 99,8 persen di Sumatera Utara pasca longsor susulan, dan Sumatera Barat telah pulih sepenuhnya sejak 5 Desember 2025.
Rudy menambahkan bahwa Aceh masih menjadi wilayah yang membutuhkan perhatian khusus. Untuk mempercepat pemulihan di sejumlah desa, PLN memerlukan dukungan pembukaan akses jalan yang masih terputus, kelancaran distribusi material jaringan, serta pasokan bahan bakar minyak untuk operasional.
“Jumlah genset PLN masih sangat terbatas, terutama di Aceh Tamiang dan Bener Meriah,” pungkasnya.



































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































