Tersangka Dugaan Korupsi Mesin EDC Bank BRI Diduga Sama dengan Kasus EDC Pertamina

Konotasi-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan telah memulai proses penyidikan kasus dugaan korupsi terkait proyek digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau electronic data capture (EDC) di lingkungan Pertamina untuk periode 2018–2023, dengan memanggil sejumlah saksi pada 20 Januari 2025.
Pada hari yang sama, KPK juga mengungkapkan bahwa perkara tersebut telah meningkat dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan sejak September 2024.
Lembaga antirasuah itu menegaskan bahwa pihaknya telah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut, meski belum mengumumkan identitas maupun jumlahnya. Informasi mengenai jumlah tersangka baru dipublikasikan pada 31 Januari 2025, dengan total tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Jadi, dalam perkara ini kan pengadaan digitalisasi SPBU. Artinya, memang ada alat yang diproyekkan ya, yaitu EDC-nya itu,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (24/10).
Budi menjelaskan bahwa penyelidikan terkait mesin electronic data capture (EDC) dilakukan karena kasus digitalisasi SPBU tidak hanya menyangkut aspek perangkat keras, tetapi juga mencakup perangkat lunak dan sistem operasionalnya.
Ia menambahkan, KPK menelusuri dugaan pengondisian dalam proses pengadaan mesin EDC, dengan tujuan membandingkan kualitas barang yang disediakan vendor dengan nilai harga yang dibayarkan.
“Artinya, apakah spesifikasi barang yang disediakan oleh para vendor ini kualitasnya sesuai atau tidak dengan harga? Sehingga, kami pelajari, analisis, dan bandingkan. apakah dengan harga sekian, maka speknya seperti ini?” jelasnya.
Salah satu vendor penyedia mesin EDC dalam proyek digitalisasi SPBU Pertamina diketahui sama dengan pihak yang terlibat dalam kasus lain yang juga tengah disidik KPK, yakni dugaan korupsi pengadaan mesin EDC di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk periode 2020–2024.
“Salah satu pihak penyedianya kan juga sama. Ada satu penyedia yang merupakan penyedia di perkara mesin EDC BRI yang juga menjadi penyedia di perkara digitalisasi SPBU karena memang ini konstruksi atau modusnya itu mirip,” ujarnya.




























































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































