Seskab-Kemenkop Bahas Strategi Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih

Konotasi–Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menerima Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, pada Senin malam (20 April). Pertemuan tersebut membahas perkembangan pelaksanaan program rekrutmen nasional manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, proses rekrutmen berlangsung pada 15 hingga 24 April 2026 dengan target menjaring sebanyak 30.000 calon manajer koperasi desa.
Program ini dirancang untuk menghasilkan pengelola koperasi yang tidak hanya bertanggung jawab atas operasional unit usaha, tetapi juga mampu mengoordinasikan tenaga kerja yang berasal dari masyarakat desa sebagai anggota koperasi. Dengan demikian, fungsi manajer tidak terbatas pada administrasi, melainkan juga mencakup kepemimpinan organisasi dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Setelah tahap pendaftaran, peserta akan melalui proses seleksi yang ketat, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan manajerial dan perkoperasian selama kurang lebih dua bulan sebelum ditempatkan secara resmi sebagai manajer koperasi.
Para manajer yang lolos seleksi nantinya akan bekerja dalam kerangka koordinasi lintas kementerian dan lembaga, khususnya bersama Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia dan kementerian terkait lainnya. Pendekatan ini menunjukkan adanya integrasi kebijakan dalam penguatan sektor koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.
Dengan skema satu koperasi dikelola oleh satu manajer dan didukung minimal sepuluh tenaga kerja, program ini diproyeksikan mampu menciptakan sedikitnya 800.000 lapangan kerja baru dari sekitar 80.000 Koperasi Desa Merah Putih yang akan dibangun secara bertahap.
Secara strategis, pemerintah berharap keberadaan koperasi desa tersebut dapat mempercepat sirkulasi ekonomi di tingkat lokal, memangkas rantai distribusi yang panjang, serta meningkatkan nilai tambah dan keuntungan yang diterima langsung oleh masyarakat desa.












































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































