Komdigi Ungkap Penetrasi Internet 80 Persen Jadi Aset Strategis Bagi Pengembangan Koperasi Desa

Konotasi–Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia memproyeksikan koperasi desa sebagai penggerak baru pertumbuhan ekonomi yang inklusif, seiring tingkat penetrasi internet nasional yang telah mencapai kisaran 60–80 persen pada tahun 2025.
Komdigi menilai bahwa konektivitas digital yang telah menjangkau sekitar 98 persen wilayah berpenduduk di Indonesia menjadi landasan strategis bagi pelaksanaan program prioritas nasional, yaitu Koperasi Desa Merah Putih, dalam mendorong produk UMKM desa menembus pasar global.
Pelaksana Tugas Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menjelaskan bahwa koperasi berperan sebagai wadah pengembangan potensi lokal sekaligus sarana bagi pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk.
Ia juga menegaskan bahwa paradigma pembangunan ekonomi kini tidak lagi terpusat pada wilayah perkotaan, melainkan mulai bergeser ke desa dengan mengoptimalkan kualitas sumber daya manusia serta keunggulan sektor lokal seperti pertanian dan kerajinan.
Melalui pemanfaatan teknologi digital dalam proses promosi hingga distribusi, koperasi desa diharapkan mampu mengefisienkan rantai pemasaran. Namun demikian, penguatan infrastruktur fisik harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital masyarakat agar transformasi tersebut berjalan efektif.
Farida menambahkan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor kunci, terutama dalam menghadapi tuntutan dunia kerja berbasis digital. Oleh karena itu, UMKM dan koperasi dituntut untuk mampu beradaptasi dan terintegrasi dalam ekosistem digital yang lebih luas.
Dalam kegiatan workshop media di Bandung, Komdigi juga mendorong peran aktif insan pers dalam membangun persepsi publik yang positif terhadap program pemberdayaan desa. Media dinilai memiliki posisi strategis sebagai penghubung informasi pembangunan agar tidak sekadar menjadi data, tetapi juga narasi yang inspiratif bagi masyarakat.
Pemerintah optimistis bahwa dengan meningkatnya indeks konektivitas digital, khususnya di wilayah Jawa Barat, koperasi desa akan berkembang menjadi agregator ekonomi yang mampu meningkatkan kapasitas individu sekaligus memperkuat perekonomian nasional secara berkelanjutan.



















































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































