#Topik

Irene Umar Mendorong Penguatan Pertumbuhan Gim Lokal Menuju Pasar Global

Konotasi.co.id -

Konotasi–Irene Umar mendorong penguatan pertumbuhan gim lokal agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan menembus pasar global melalui partisipasi aktif dalam berbagai ajang internasional.

Menurut Irene, industri gim nasional tidak dapat hanya bergantung pada pasar domestik. Pelaku usaha perlu memperluas distribusi dan memperkenalkan produk kreatif Indonesia ke pasar dunia melalui pameran, festival, dan event internasional yang relevan.

Ia menegaskan bahwa penguatan pasar dalam negeri tetap penting sebagai fondasi utama pertumbuhan. Dengan basis konsumen domestik yang kuat, pengembang gim lokal akan memiliki daya tahan lebih baik sebelum berekspansi ke tingkat global.

Wamenekraf juga berharap para pegiat gim lokal terus menjalin komunikasi dengan asosiasi industri dan mendaftarkan karya kreatif mereka melalui program Ekraf Hunt agar memperoleh dukungan pengembangan yang lebih luas.

Dalam kesempatan itu, Irene menjajaki peluang sinergi dengan Tabletoys Indonesia, perusahaan gim papan lokal yang dinilai memiliki potensi besar. Ia menilai subsektor gim memiliki ekosistem bernilai tambah tinggi sekaligus mampu membawa identitas budaya lokal ke pasar internasional.

Menurutnya, gim lokal bukan sekadar sarana hiburan, tetapi juga produk ekonomi kreatif yang harus dilindungi melalui lisensi dan hak kekayaan intelektual. Perlindungan tersebut penting agar karya anak bangsa memiliki nilai komersial dan keamanan hukum.

Irene menyebut banyak event yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang pamer produk gim Indonesia, termasuk board game bersama Tabletoys Indonesia. Dengan strategi tersebut, subsektor gim diharapkan sukses secara ekonomi sekaligus menjadi medium edukasi masyarakat.

Tabletoys Indonesia memulai perjalanan sejak 2016 melalui toko gim papan, kemudian mengembangkan perpustakaan board game pada 2017 sebagai sarana edukasi pasar. Pada 2018, perusahaan tersebut menjadi penerbit gim dengan meluncurkan produk lokal seperti Waroong Wars dan mulai berpartisipasi dalam pameran internasional.

Direktur Utama Tabletoys Indonesia, Martin Ang, menyampaikan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan distribusi gim lokal di pasar domestik serta dukungan asosiasi yang dinilai belum sepenuhnya mewakili kepentingan penerbit gim.

Ia menambahkan bahwa perusahaannya kini fokus memperkuat merek di tingkat nasional maupun internasional. Untuk itu, mereka membutuhkan fasilitasi pemerintah, termasuk pendampingan dalam registrasi Hak Kekayaan Intelektual agar dapat tumbuh berkelanjutan dan memperluas eksistensi global.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *