#Topik

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Menekankan Pentingnya Kolaborasi Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan

Konotasi.co.id -

Konotasi–Aries Agung Paewai menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, serta masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan dan mewujudkan pemerataan kualitas sumber daya manusia unggul di East Java.

Menurutnya, pendidikan tidak dapat ditangani oleh pemerintah saja. Diperlukan sinergi tiga unsur utama, yaitu pemerintah, sektor usaha dan industri, serta masyarakat agar kemajuan pendidikan dapat tercapai secara optimal. Ia meyakini jika ketiga kekuatan tersebut bersatu, maka kualitas pendidikan akan semakin maju dan berhasil.

Pernyataan itu disampaikan di Surabaya pada Jumat, bertepatan dengan momentum National Education Day 2026 yang dijadikan refleksi oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara merata di seluruh wilayah provinsi.

Saat ini, jumlah satuan pendidikan di Jawa Timur mencapai 4.688 sekolah, yang terdiri atas SMA, SMK, dan sekolah luar biasa negeri maupun swasta. Besarnya jumlah lembaga pendidikan tersebut menunjukkan luasnya tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjaga mutu layanan pendidikan.

Aries menjelaskan bahwa pemerintah memiliki keterbatasan anggaran karena dana juga harus dialokasikan untuk sektor lain seperti infrastruktur dan kesehatan. Oleh sebab itu, keterlibatan berbagai pihak sangat dibutuhkan, baik dalam penyediaan sarana-prasarana maupun peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Ia menyoroti bahwa salah satu tantangan terbesar saat ini adalah masih banyak guru yang belum memiliki kompetensi optimal. Menurutnya, peningkatan kemampuan guru membutuhkan biaya, pelatihan berkelanjutan, dan dukungan agar mereka mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi pendidikan.

Sebagai langkah peningkatan mutu pendidikan, Dinas Pendidikan Jawa Timur terus menjalankan berbagai program strategis, termasuk pelatihan guru secara masif melalui bidang Guru dan Tenaga Kependidikan. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pedagogik, profesionalisme, serta adaptasi digital para tenaga pendidik.

Selain itu, pemerintah daerah juga memfasilitasi pelatihan kompetensi dan sertifikasi berbasis Kerangka Kerja Nasional Indonesia melalui Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Teknologi dan Keterampilan Kejuruan. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat kualitas lulusan pendidikan vokasi agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Menurut Aries, tantangan utama pendidikan di Jawa Timur bukan hanya melahirkan siswa berprestasi, tetapi memastikan kualitas pendidikan tersebar merata antarwilayah. Keberhasilan pendidikan, menurutnya, harus diukur dari tumbuhnya potensi di seluruh daerah, bukan hanya di beberapa sekolah unggulan saja.

Ia menegaskan bahwa pemerataan potensi peserta didik merupakan tugas bersama yang memang tidak mudah, namun sangat mungkin dicapai apabila seluruh unsur masyarakat bekerja secara kolektif dan berkelanjutan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *