Program MBG Diminta Perbesar Serapan Telur Oleh Menko Pangan

Konotasi–Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meminta Badan Gizi Nasional untuk meningkatkan penggunaan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah membantu menjaga kestabilan harga telur di tingkat peternak.
Saat melakukan peninjauan harga dan ketersediaan bahan pangan di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu, Zulhas menyampaikan bahwa konsumsi telur oleh program MBG memiliki dampak besar terhadap penyerapan produksi telur nasional.
Ia menjelaskan, apabila BGN menggunakan telur selama dua hari saja dalam menu MBG, maka kebutuhan telur dapat mencapai sekitar 48 juta butir dalam sekali pengadaan.
Menurutnya, kebijakan tersebut diperlukan karena saat ini produksi telur melimpah, sementara permintaan pasar belum mampu menyerap seluruh pasokan sehingga harga di tingkat peternak mengalami penurunan.
Di Pasar Palmerah, harga telur tercatat sekitar Rp27 ribu per kilogram, masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang berada pada kisaran Rp30 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga yang diterima peternak turun hingga sekitar Rp20 ribu per kilogram, padahal kondisi normal biasanya berada di kisaran Rp23 ribu per kilogram.
Karena kondisi pasokan yang berlebih dan permintaan yang melemah, pemerintah mendorong agar telur dimasukkan dalam menu MBG setidaknya dua hari dalam satu pekan.
Zulhas menegaskan pemerintah perlu menjaga keseimbangan harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat, namun di sisi lain peternak juga tetap memperoleh keuntungan yang layak.
Ia menilai harga yang terlalu rendah dapat menyebabkan peternak mengalami kerugian hingga menghentikan usahanya.
Dalam kunjungan tersebut, Zulhas bahkan langsung menghubungi Kepala BGN, Dadan Hindayana, untuk meminta penambahan penggunaan telur dalam menu program MBG.
Menurutnya, peningkatan permintaan dari program MBG diyakini mampu membantu menyeimbangkan kembali antara pasokan dan permintaan telur secara nasional.
Ia optimistis apabila penggunaan telur diperbanyak selama satu minggu, maka harga telur berpotensi kembali stabil pada pekan berikutnya.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 12 Mei 2026, harga rata-rata nasional telur ayam ras berada di angka Rp28.354 per kilogram atau turun 0,18 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Sebelumnya, pemerintah juga menyebut program MBG menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat konsumsi pangan dalam negeri sekaligus mendukung penyerapan hasil sektor peternakan dan pertanian nasional.


























































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































